Perniagaan Yag tidak pernah merugi

3  AMAlan yang mendapat karunia ALLAH


1.  Baca Alquran
2. Sholat
3, Sedekah diam diam dan terang terangan



Tafsir QS. Fathir 29-30 (Menghidupkan Quran dan Meng-Quran-kan Hidup)

Edisi kali ini bukan berisi cerita-cerita, tapi berisi pesan khusus yang disampaikan ayah siang tadi. Saat saya sedang membaca al-quran di masjid ba’da zuhur, tiba-tiba ayah menghampiri saya dan menjelaskan isi dan kandungan atau lebih tepatnya tafsir quran surat fathir ayat 29 dan 30. Sebenarnya, sebelum-sebelum ini belum pernah ayah menjelaskan / menafsirkan ayat khusus hanya kepada saya seorang, biasanya adik dan kakak saya juga ikut mendengarkan atau beliau sampaikan di rapat keluarga.

Selain itu, biasanya tulisan-tulisan tentang tafsir quran yang saya buat merupakan hasil dari ceramah ayah di masjid atau di pengajian kantor, tapi khusus untuk kali ini saya akan menulis hasil dari penjelasan ayah yang dijelaskan secara personal, man to man,  tentang tafsir surat fathir ayat 29-30, mumpung masih segar dari ingatan jadi segera saya tulis dan sebarkan.

Semoga penjelasan khusus dari ayah ke saya berikut ini dapat bermanfaat buat saya dan juga khusus saya tulis untuk sahabat sekalian, dengan harapan khusus juga agar kita semua bisa memetik nilai-nilai kebaikan yang dapat kita amalkan pada kehidupan sehari-hari. Penjelasan berikut saya kemas dengan bahasa sederhana, bahasa yang ringan, sebagaimana ayah menjelaskan ke saya karena saya juga bukan orang yang bisa bahasa arab, hehehe. Jadi, jangan menganggap tafsir itu bahasan yang berat ya sehingga kita tidak mau membaca. Kalau enggak percaya, baca aja tulisan ini dulu sampai selesai. :D. Itung-itung belajar tafsir quran dikit-dikit.



Oh iya, tafsir yang digunakan ialah tafsir Ibnu Katsir. Dan terakhir, mohon maaf jika ada kesalahan dalam isi tulisan ini, mohon diingatkan ya.

Tafsir Surat ke 35, QS. Fathir Ayat 29-30

Dalam memahami tafsir, lebih enak kita melihat terjemahan dan tulisan arab nya secara bersamaan  karena penggunaan setiap kata di dalam ayat itu lah yang ditafsirkan. Jadi, bentuk-bentuk kata mempengaruhi penjelasan. Karena keterbatasan, jadi saya tulis dalam bentuk bahasa indonesia, juga untuk mempermudah. Kalau yang bingung membaca tulisan ayat dalam bahasa indonesia, buka langsung quran saja ya. untuk quran utsmani ada di halaman 437. Ayat 29-30 berikut ini:

 “Innalladziina yatluuna kitaaballahi, wa aqomuussholaata wa anfaquu mimmaa rozaqnaahum sirron wa ‘alaniyatan yarjuuna tijaarotan lan tabuur. (29). Liyuwaffiyahum ujuurohum wa yaziidahum min fadhlih, innahuu ghafuurun syakuur. (30).”

Artinya : sesunguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (al-quran), dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi. Agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karuniaNya. Sungguh Allah maha pengampun, maha mensyukuri.

Tafsir surat fathir ayat 29-30 ini menjelaskan tentang orang yang membaca al-quran dan mengamalkan al-quran dalam kehidupan sehari-harinya, mereka akan mendapatkan balasan khusus dari Allah. Bahkan Ibnu Katsir sampai menjelaskan bahwa ayat ini merupakan ayatul qurro, yaitu ayat yang ditujukan untuk pecinta al-quran, para keluarga al-quran, para ahli quran, para pembaca al-quran, para penghafal quran, dan juga para hafizh quran. Intinya, ayat tentang membaca dan mengamalkan al-quran. Semoga kita termasuk kategori orang yang mencintai quran.

Kita akan bahas dari ayat 29. Innalladziina yatluuna kitaaballahi.

Dalam ayat tersebut yang digunakan adalah ‘yatluna’ yang artinya membaca. Tapi, ‘yatluna’ itu merupakan fi’il mudhori’ (dalam bahasa inggris seperti present tense) atau kata kerja untuk masa kini dan masa yang akan datang. Nah, dalam ilmu tafsir penggunaan fi’il mudhori’ tersebut berarti terus menerus dilakukan sepanjang hidup. Kalau dia menggunakan fi’il madhi (dalam bahasa inggris past tense) atau kata kerja lampau maka kemungkinannya bisa 2: bermakna telah terjadi di masa lampau, atau belum terjadi tapi suatu saat pasti terjadi, underline ya suatu saat pasti terjadi. Di dalam al-quran penggunaan pola tersebut umumnya ditafsirkan seperti itu. Jelas ya masalah fi’il madhi dan mudhori’, jadi belajar bahasa arab ya. Hehehe.

Comments

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi