Buka Puasa bersama Mahasiswa di Ruko depan Kampus

 

Bayangkan suasana buka puasa bersama mahasiswa…



Tempatnya bukan di hotel.
Bukan juga di restoran mewah.

Tempatnya… di ruko.

Ruko kosong didepan Kampus , malam berubah jadi restoran dadakan mahasiswa.

Kami duduk melingkar. Di tengah ada satu piring besar nasi kebuli ayam. Aromanya luar biasa. Rempahnya wangi sekali.

Masalahnya satu…

Masih jam 17.40.



Padahal azan maghrib 18.10.

Artinya…
kami harus menatap nasi kebuli itu 30 menit penuh penderitaan.

Mahasiswa mulai gelisah.


Ada yang lihat HP.
Ada yang lihat jam.
Ada yang lihat nasi kebuli.

Lalu lihat nasi kebuli lagi.

Seorang mahasiswa tiba-tiba berkata dengan suara serius:

“Pak… saya baru sadar sesuatu.”

Mengupload: 1260305 dari 1260305 byte diupload.


Saya tanya, “Apa?”

Dia jawab,

“Kalau orang lapar… nasi kebuli itu kelihatannya seperti harta karun kerajaan Ottoman.”

Temannya langsung menambahkan,

“Pak… paha ayam itu memanggil saya…”

Saya bilang,
“Itu bukan memanggil. Itu cuma halusinasi mahasiswa puasa.”

Yang paling lucu, ada satu mahasiswa dari tadi sudah siap siap

Saya tanya,
“Kenapa siap siap

Dia jawab dengan penuh strategi:

“Pak… kalau azan nanti, saya tidak mau kalah start.”

Saya bilang,
“Ini buka puasa, bukan lomba MotoGP.”

Lima menit sebelum azan…

Tiba-tiba semua jadi ulama dadakan.

“Pak, ini sudah masuk waktu belum?”
“Pak, kalau di Arab sudah maghrib belum?”
“Pak, kalau kita pakai waktu Mekah boleh tidak?”

Saya bilang,

“Kalau pakai waktu Mekah, kalian sudah makan dari jam tiga tadi.”

Akhirnya…

AZAN MAGHRIB BERKUMANDANG.

Yang terjadi setelah itu luar biasa.

Dalam 5 detik

Nasi kebuli yang tadinya gunung…
langsung berubah jadi padang pasir Sahara.

Lima menit kemudian…

Semua mahasiswa diam.

Tidak ada yang bicara.

Salah satu mahasiswa berkata pelan,

“Pak…”

“Saya baru sadar…”

“Apa?”

“Tadi saya lapar sekali…”

“Sampai sekarang?”

“Sekarang saya kenyang sekali…”

“Tapi masih ingin nambah.”

Saya bilang,

“Itu bukan lapar… itu sifat dasar mahasiswa.”

Akhirnya saya simpulkan ke mereka:

“Anak-anak… ini pelajaran penting.”

“Makan nasi kebuli itu enak.”

Comments

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi