Marketplace Heboh, Mahasiswa Santai: Cerita Presentasi E-Commerce

Marketplace Heboh, Mahasiswa Santai: Cerita Presentasi E-Commerce Sif A

Hari itu kelas E-Commerce berubah menjadi arena persaingan marketplace dunia. Bukan Amazon melawan Shopee, melainkan persaingan antar kelompok untuk menyampaikan materi Presentasi terbaiknya

Kelompok pertama yang beranggotakan Reigan Chenaritha, Rizky Nathaniel Lukas, dan Kamal Abrar Ramadhan membahas Etsy dan Amazon Handmade. Mereka menjelaskan bagaimana produk handmade dapat dipasarkan secara global. Setelah presentasi selesai, beberapa teman mulai merasa bahwa hobi membuat kerajinan tangan ternyata bisa menjadi bisnis internasional. Nilai 87 berhasil mereka peroleh.


Selanjutnya,  kelompok ke 2 . Dilo Elvonsyah, Hendriana Saputra, dan Fadli Hafiz Syaputra mempresentasikan Amazon dan eBay. Dengan penuh semangat mereka menjelaskan marketplace terbesar dunia. Cara penyampaiannya membuat suasana seolah-olah seluruh mahasiswa sedang mempersiapkan diri menjadi pebisnis global. Kelompok ini memperoleh nilai 86.


Kelompok ketiga yang terdiri dari Yohana Citra Simamora, Bianca Sabina Yunas, dan Raira Salsabila membahas Dekoruma dan Overstock. Presentasi mereka sangat rapi, mulai dari desain slide hingga penjelasan materi. Teman-teman yang awalnya tidak tertarik dengan furnitur mendadak merasa ingin mendekorasi rumah . Hasilnya, mereka memperoleh nilai yaitu 88.


Giliran berikutnya adalah kelompok 5 Aundrel Aza Sadira, Jasmine Alya, dan Dhea Meitana Kian Q dengan topik TikTok Shop dan Shopee. Ketika menjelaskan strategi promosi digital, hampir semua mahasiswa langsung teringat pada notifikasi diskon yang sering muncul di ponsel mereka. Kelompok ini memperoleh nilai 85.


Kelompok keenam yang terdiri dari Ammar Ramadhan, Acce Venio Hasugian, dan Rosa Putri Almaira membahas Tokopedia dan Amazon. Mereka menjelaskan perbedaan strategi marketplace lokal dan global dengan cukup baik. Presentasi berjalan lancar dan menghasilkan nilai 86.


Kemudian tampil kelompok 7 Muhammad Rivaldo Firdaus, Muhammad Fajar Rizkyulloh, dan Giovani Davin Ardiansyah dengan topik Bukalapak dan Walmart. Mereka menjelaskan model bisnis kedua perusahaan dengan percaya diri. Selama 10 menit, suasana kelas terasa seperti seminar bisnis internasional. Nilai yang diperoleh adalah 85.


Kelompok kedelapan yang beranggotakan Satria Muhammad Putra Wibowo dan Saddam Raditya Kahfilo membahas Orami dan Coupang. Topik pengiriman cepat menjadi fokus utama. Setelah presentasi selesai, semua sepakat bahwa paket belanja online memang lebih cepat datang dibandingkan semangat mengerjakan tugas. Mereka memperoleh nilai 85.


Kelompok kesembilan yang terdiri dari Anezza Nurina, Muhammad Arsya Alysyawardhanu, dan Muhammad Averroes membahas Walmart dan Shopee. Mereka menjelaskan strategi promosi dan perilaku konsumen dengan sangat baik. Beberapa mahasiswa bahkan tampak lebih fokus pada contoh diskon daripada teori yang sedang dijelaskan. Nilai yang diperoleh adalah 87.


Selanjutnya, 10 kelompok Sahla Lutfiah Bilqis, Firah Dzahbiyyah, dan Sira Fatwa Sidqy mempresentasikan Astro dan HelloFresh. Mereka menjelaskan konsep layanan kebutuhan harian dan pengiriman cepat. Materi tersebut membuat mahasiswa sadar bahwa teknologi mampu mengirim makanan dalam hitungan menit, tetapi tidak mampu mempercepat datangnya inspirasi saat mengerjakan tugas. Kelompok ini memperoleh nilai 86.


Yang belum presentasi dilakukan minggu depan


Comments

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi