Pertemuan ke 1 Pengujian perangkat Lunak Sif B “Antara Bug, Moth, dan Duit Ratusan Juta Dolar yang Melayang”
PENGUJIAN SOFTWARE:
“Antara Bug, Moth, dan Duit Ratusan Juta Dolar yang
Melayang”
Selamat datang di mata kuliah
Pengujian dan Penjaminan Kualitas Perangkat Lunak.
Atau bahasa sederhananya:
“Cara mencari kesalahan sebelum kesalahan itu mencari kita.”
🧠 Pertemuan 1: Kenapa
Harus Testing?
Software itu seperti janji mantan.
Di awal:
“Tenang… ini pasti aman… sudah saya pastikan.”
Begitu dipakai:
ERROR 404 – TRUST NOT FOUND.
Menurut slide Bapak di halaman pengertian (hlm 4), pengujian
adalah proses sistematis untuk mengevaluasi dan memverifikasi software agar
sesuai kebutuhan.
Artinya?
Testing itu bukan cari kesempurnaan.
Testing itu cari dosa.
Karena prinsipnya (hlm 7):
“Pengujian menunjukkan adanya kesalahan, bukan membuktikan
sistem bebas dari kesalahan.”
Artinya lagi:
Kalau dosennya bilang,
“Siapa yang yakin programnya tidak ada bug?”
Mahasiswa yang angkat tangan itu bukan percaya diri.
Itu belum dites.
🧪 Jenis-jenis Testing
Level testing itu seperti hubungan:
- Unit
Testing
Cek satu fungsi.
Kayak cek satu chat. Aman. - Integration
Testing
Cek antar modul.
Kayak cek chat + Instagram + TikTok. Mulai bahaya. - System
Testing
Cek semuanya.
Kayak ketahuan satu kampus. - UAT
(User Acceptance Test)
Ini yang paling serem.
Karena user itu makhluk paling kreatif dalam menemukan bug.
User bisa klik tombol yang bahkan developer tidak tahu
tombol itu bisa diklik.
🐛 Istilah “Bug”
Istilah bug bukan dari mahasiswa yang malas debugging.
Sejak abad 19 sudah dipakai.
Bahkan di slide hlm 26 ada cerita Grace Hopper dan ngengat yang nyangkut di
komputer Harvard Mark II.
Bayangkan…
Komputer zaman dulu error karena:
Ada serangga beneran di dalamnya.
Sekarang?
Error karena:
Ada developer di dalamnya.
Dan di hlm 28 dijelaskan:
Bug bisa berarti:
- Fault
- Error
- Failure
Rumus sederhananya:
Fault → Error → Failure
Atau bahasa mahasiswa:
Salah ngoding → Salah output → Salah IPK.
💥 SEKARANG KITA MASUK KE
DRAMA BESAR
(Studi kasus kegagalan software)
🚀 1. Mars Polar Lander –
NASA (1999)
Bayangkan…
Roket miliaran dolar.
Ilmuwan terbaik dunia.
Teknologi canggih.
Gagal karena satu logika salah membaca getaran sebagai tanda
sudah mendarat.
Software-nya bilang:
“Oh ini sudah sampai tanah.”
Padahal itu cuma getaran.
Itu seperti:
Mahasiswa merasa sudah lulus
karena dosen bilang “lumayan”.
☢ 2. THERAC-25
Ini bukan cuma error.
Ini nyawa manusia.
Kurang testing safety-critical.
Bug bikin radiasi berlebihan.
3 pasien meninggal.
Di sini kita sadar:
Software bukan cuma soal coding.
Tapi tanggung jawab moral.
Karena dalam sistem kritis:
Bug bukan sekadar crash.
Bug bisa jadi tragedi.
🚀 3. Ariane 5 Explosion
Error konversi 64-bit ke 16-bit.
Overflow.
Hasilnya?
Roket meledak.
Kerugian: $370 juta.
Bayangkan…
Cuma karena tipe data.
Itulah kenapa dosen suka bilang:
“Perhatikan tipe datanya.”
Karena kalau tidak,
yang meledak bukan cuma program…
bisa roket.
🧮 4. Intel Pentium FDIV
Bug
Kesalahan pembagian desimal kecil banget.
Digit ke-4 atau ke-5 meleset.
Intel awalnya bilang:
“Ah jarang terjadi.”
Begitu viral?
Recall besar-besaran.
Biaya: $475 juta.
Moralnya:
Bug kecil + Media besar = Dompet jebol.
💰 5. Knight Capital
(2012)
Deploy software baru.
Lupa matikan modul lama.
45 menit.
Rugi $440 juta.
45 menit itu lebih cepat dari:
- Satu
sesi kelas.
- Satu
episode drama Korea.
- Bahkan
lebih cepat dari mahasiswa mengerjakan kuis dadakan.
Pelajarannya?
Deployment testing itu bukan formalitas.
Change management itu bukan pajangan.
🏁 Penutup Kocak Tapi
Serius
Testing itu bukan kegiatan tambahan.
Testing itu penyelamat masa depan.
Karena:
Tanpa testing,
- Roket
meledak.
- Mesin
medis membahayakan.
- Chip
salah hitung.
- Perusahaan
bangkrut.
Dengan testing,
kita memang tidak menjamin sistem sempurna.
Tapi kita memastikan:
Kalau ada bug…
dia ketahuan duluan.
Sebelum dia jadi headline berita.







Comments