7 Jenis Bahasa tubuh agar tampil Percaya diri , Elegan, tenang tanpa perlu banyak omon omon

 7 Jenis Bahasa tubuh agar tampil Percaya diri , Elegan, tenang tanpa perlu banyak omon omon

    Menurut Amy Cuddy dalam Presence: Bringing Your Boldest Self to Your Biggest Challenges, postur  tubuh bisa membentuk persepsi orang terhadap kita sebelum satu kata pun keluar dari mulut.

Elegan dan berwibawa bukanlah bakat. Ia bisa dibentuk.

 7 Jenis bahasa Tubuh tersebut adalah sebagai berikut:

1. Dagu Sejajar, Leher Terbuka

Cara sederhana untuk menunjukkan kepercayaan diri adalah menjaga dagu sejajar lantai. Jangan mendongak, jangan menunduk. Leher yang terbuka menunjukkan kamu tidak sedang ‘defensif’. Dalam The Silent Language of Leaders, Carol Kinsey Goman menjelaskan bahwa area leher dan dada adalah simbol keterbukaan. Orang yang elegan tidak menutup dirinya dengan tubuhnya sendiri.

2. Gerakan Lambat, Tapi Tegas

Gerakan yang cepat dan meletup-letup sering kali dibaca sebagai gugup. Sebaliknya, orang yang tenang biasanya punya jeda dalam geraknya. Seperti dijelaskan dalam Body Language oleh Allan dan Barbara Pease, orang yang dominan secara sosial punya kecenderungan menguasai ruang dan waktu lewat ritme gerak tubuhnya. Elegan adalah kecepatan yang tidak terburu-buru.

3. Kontak Mata yang Hangat Tapi Tidak Menusuk

Memandang orang saat bicara itu penting. Tapi terlalu lama bisa terasa agresif. Terlalu singkat, terkesan tidak percaya diri. Dalam The Definitive Book of Body Language, disebut bahwa kontak mata ideal berada di kisaran 60 hingga 70 persen dari durasi percakapan. Dan kalau kamu bisa tersenyum dengan mata, bukan cuma bibir, wibawa itu akan terasa lebih manusiawi.

4. Duduk Tegak Tapi Santai

Banyak orang berpikir duduk tegak itu duduk ‘kaku’. Padahal, duduk elegan itu soal distribusi berat badan yang seimbang, tulang belakang netral, bahu tidak mengangkat. Duduk terlalu santai bikin kamu terlihat lesu. Terlalu tegang bikin kamu terlihat terancam. Keseimbangan itu hadir dari latihan kesadaran tubuh. Dalam The Charisma Myth karya Olivia Fox Cabane, tubuh yang rileks tapi terarah adalah sinyal kombinasi antara power dan warmth.

5. Tidak Banyak Gerakan Tidak Perlu (Fidgeting)

Mainin pulpen, goyang-goyang kaki, atau mengetuk meja menunjukkan kamu tidak nyaman. Dalam konteks sosial, itu membuatmu terlihat kurang kredibel. Orang yang tenang dalam bahasa tubuh cenderung menenangkan juga orang di sekitarnya. Ketenangan itu menular.

6. Tangan Terbuka Saat Berbicara

Tangan yang terbuka, telapak menghadap ke atas atau ke depan, menciptakan kesan transparansi dan niat baik. Sebaliknya, tangan yang selalu disembunyikan (di kantong atau menyilang) sering dibaca sebagai sinyal bahwa kamu menahan sesuatu. Dalam psikologi sosial, gestur tangan yang hangat bisa meningkatkan kesan positif bahkan sebelum kata-kata keluar.

7. Berdiri Tegak dengan Berat Seimbang di Kedua Kaki
Postur berdiri yang kokoh memberi kesan stabil. Jangan bersandar pada satu kaki saja. Jangan menyilangkan kaki. Dalam konteks komunikasi nonverbal, posisi berdiri seperti ini mengirim sinyal ke otak lawan bicara: orang ini tahu dia berdiri di mana. Dan itu menciptakan rasa percaya.
Tubuhmu bicara sebelum mulutmu. Dan kabar baiknya, kamu bisa melatih tubuhmu untuk bicara dengan cara yang lebih kuat, lebih anggun, lebih disegani. Elegan bukan tentang menjadi sempurna, tapi tentang kesadaran diri dalam tiap gerakan kecil.














Comments

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi