“Kekuasaan Itu Amanah, Bukan Rebutan”

“Kekuasaan Itu Amanah, Bukan Rebutan”

 


Di sebuah sore di Yogyakarta tahun 1947, beberapa mahasiswa berkumpul di serambi kampus. Mereka berdiskusi hangat tentang masa depan bangsa yang baru merdeka. Di antara mereka, berdiri sosok yang kelak dikenal sebagai pendiri HMI, Lafran Pane.

Salah satu mahasiswa bertanya, “Lafran, kita ini sedang membangun organisasi. Siapa yang seharusnya memimpin?”

Lafran menatap kawan-kawannya dengan tenang. Ia menghela napas, lalu berkata dengan suara mantap:
“Kekuasaan itu bukan untuk diperebutkan. Kekuasaan adalah amanah. Ia harus diberikan kepada orang yang lebih mampu, bukan kepada yang paling berambisi.”

Suasana mendadak hening. Kata-kata itu menembus hati mereka.

“Kalau kita menjadikan organisasi ini sebagai ajang perebutan jabatan,” lanjut Lafran, “maka kita akan kehilangan arah. Tapi bila kita melihat kepemimpinan sebagai amanah, kita akan belajar rendah hati, belajar mengabdi, dan siap memikul tanggung jawab.”

Sejak hari itu, prinsip sederhana namun mendalam itu menjadi pedoman. HMI tidak sekadar melahirkan pemimpin, tetapi menumbuhkan kesadaran bahwa kepemimpinan adalah titipan yang kelak dipertanggungjawabkan, bukan piala untuk dipamerkan.

Bagi Lafran Pane, kekuasaan tidak pernah menjadi tujuan akhir. Ia hanyalah jalan pengabdian.

Lafran pendiri HMI kekuasaan Itu diamanahkan kepada yang lebih mampu, bukan untuk diperebutkan, buat cerita


Comments

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi