Resume Pertemuan ke 9 Menulis Itu Indah

Resume Pertemuan ke 9

 


Judul                  : Menulis Itu Indah

Penyusun           : Safrizal

Resume ke         : 9

Gelombang        : 33

Hari/ Tanggal     : Senin, 25 Agustus 2025

Tema                  : Menulis Itu Indah

Narasumber       : Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi.

Moderator          : Muliadi.

 "Menulis itu mudah", seperti mengalirkan air yang jernih dari sumber yang tak pernah kering.

Goresan kata dapat kita cipta dengan mudah, asalkan ada asa dalam diri yang kuat.

Menulis bukan hanya sekedar menggerakkan pena di atas kertas, tapi juga  proses mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman kita dengan cara yang unik dan kreatif.

Dengan menulis, kita dapat meninggalkan jejak yang tak terlupakan, menginspirasi orang lain, dan memperkaya diri kita sendiri dengan pengalaman baru. Mari kita mulai menulis dengan hati yang terbuka, dan biarkan kata-kata yang indah mengalir dengan sendirinya."

5 Kunci Agar Menulis Jadi Mudah ✍️

Banyak orang merasa menulis itu sulit, padahal sebenarnya menulis bisa menjadi hal yang menyenangkan dan ringan jika kita tahu kuncinya. Menulis bukan hanya tentang merangkai kata indah, tetapi tentang bagaimana kita menuangkan apa yang kita tahu, alami, dan rasakan ke dalam bentuk tulisan. Berikut beberapa hal yang bisa membuat menulis lebih mudah dilakukan:

  1. Menulis sesuatu yang kita lakukan.

Menulis akan terasa sederhana jika berangkat dari pengalaman pribadi. Karena kita mengalaminya sendiri, maka kata-kata akan lebih mengalir.

    • Contoh: Jika setiap pagi Anda terbiasa jogging, maka menulis tentang “Manfaat jogging untuk kesehatan” atau “Pengalaman seru jogging di taman kota” akan jauh lebih mudah daripada menulis tentang olahraga yang belum pernah dicoba, misalnya selancar air.
  1. Membiasakan diri menulis.

Kebiasaan adalah kunci keterampilan. Semakin sering kita menulis, semakin terbiasa otak untuk menyusun ide menjadi kalimat.

    • Contoh: Membuat catatan kecil harian tentang apa yang dipelajari hari itu. Misalnya, menulis satu paragraf tentang buku yang sedang dibaca atau kejadian menarik di kampus. Lama-lama, menulis terasa sama naturalnya dengan berbicara.
  1. Menulis tema yang kita kuasai.

Menulis akan lebih lancar jika topiknya memang kita pahami. Saat kita menguasai tema, ide tidak mudah buntu, dan pembaca pun lebih percaya pada tulisan kita.

    • Contoh: Seorang guru bahasa Indonesia akan lebih mudah menulis artikel tentang “Tips menulis esai yang baik” daripada menulis tentang “Strategi bisnis digital”, yang mungkin di luar bidangnya.
  1. Menjaga komitmen.
    Komitmen membuat kita konsisten untuk tetap menulis meski sedang sibuk atau kurang mood. Tanpa komitmen, tulisan hanya akan menjadi wacana.
    • Contoh: Menetapkan target sederhana seperti “menulis minimal 15 menit setiap hari” atau “menyelesaikan satu artikel setiap minggu”. Jika komitmen ini dijaga, lama-lama akan terkumpul banyak tulisan.
  2. Tidak menargetkan kesempurnaan.
    Banyak orang berhenti menulis karena terlalu sibuk mengejar hasil sempurna. Padahal, tulisan pertama sebaiknya dianggap sebagai draf awal. Menulis dulu, sempurnakan belakangan.
    • Contoh: Saat menulis blog, jangan terlalu lama berhenti hanya untuk memperbaiki tanda baca. Biarkan ide selesai dituliskan, lalu setelah selesai baru revisi agar lebih rapi.

Contoh membuat tema dan pesan

Misalnya mau buat artikel temanya MENULIS


 bikin peta sederhana dan ketemu 4 hal itu

 Persoalan akan diurai dalam satu paragraf. Peluang satu paragraf. Tantangan satu paragraf. Strategi satu paragraf.

Jika masih ada yang bisa ditulis, saya akan menambahkan di paragraf berikutnya.


Comments

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi