Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi
Judul : Gali Potensi Ukir Prestasi
Penyusun
: Safrizal
Resume
ke : 4
Gelombang :
33
Hari/
Tanggal : Rabu, 13 Agustus 2025
Tema
: Gali Potensi Ukir
Prestasi
Narasumber :
Aam Nurhasanah, S.Pd.
Moderator : Arofiah Afifi, S
Narasumber dan moderator keren pada pertemuan ke 4 ini adalah:
Ibu Aam
Nurhasanah dari Cipanas, merupakan alumni KBMN gelombang 8 yang lulus di
gelombang 12 tahun 2020, sudah menulis hingga 62 buku, dengan 4 buku solo, 1
buku duet dengan Prof. Richardus Eko Indrajit yang tembus ke penerbit mayor PT
Andi Offset Yogyakarta, dan 58 buku antologi. Moderator keren dan sangat ramah
adalah Ibu Arofiah Afifi Alumni gelombang 24.
Gali Potensi Ukir Prestasi
Gali Potensi, Ukir Prestasi:
Shahla duduk di meja kayu tua warisan kakeknya. Di depannya terbuka sebuah buku catatan kosong. Setiap lembar putih itu seperti menatap balik, menantangnya untuk menorehkan sesuatu yang berarti.
Sejak kecil,
Shahla suka bercerita. Ia sering mengarang kisah tentang hutan ajaib atau kota
terapung, namun jarang menyelesaikannya. “Aku tak cukup hebat,” pikirnya.
Kalimat itu selalu menjadi penghapus mimpi.
Pada malem ini , ia mengikuti pelatihan menulis yang dibimbing Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd. Ibu Aam berkata,
“Potensi itu seperti tambang emas, Shahla. Kalau kamu tidak menggali, kamu tidak akan tahu seberapa berharga isinya. Dan menulis itu bukan soal menunggu inspirasi, tapi soal membiasakan tangan dan hati bergerak bersama.”Setiap orang pada dasarnya punya potensi yang dapat kita gali. Galilah potensi diri dari apa yang kita sukai dan apa yang kita kuasai.Teruslah berkarya, gali setiap potensi dalam diri, hingga berbuah prestasi.
Kata-kata itu
menusuk. Malam itu, Shahla mulai menulis. Ia tak peduli jika tulisannya jelek.
Ia menulis setiap hari: di sela waktu kuliah, di bus, bahkan di tengah hujan
sambil memayungi bukunya.
Awalnya, tulisannya ditolak lomba demi lomba. Namun ia tidak berhenti. Ia membaca karya penulis besar, belajar memilih kata yang tepat, mengatur ritme cerita, dan memberi ruh pada tokohnya. Setiap kegagalan ia anggap batu pijakan, bukan tembok.
Shahla tersenyum.
Ia telah membuktikan bahwa menggali potensi bukan hanya menemukan bakat, tapi
juga mengasahnya tanpa lelah. Kini ia percaya, prestasi adalah ukiran yang
dibuat oleh kerja keras, sabar, dan keberanian untuk terus menulis…
Pantun Gali Potensi Ukir Prestasi
Pedasnya bikin mata berair,
Potensi digali dengan semangat terbit,
Prestasi pun hadir tanpa harus menunggu takdir.
Comments