Resume Pertemuan ke 6 Komitmen Menulis Di Blog

 

 Resume Pertemuan ke 6

 

 

 

Judul                  :  Komitmen Menulis Di Blog

Penyusun           : Safrizal

Resume ke         : 6

Gelombang        : 33

Hari/ Tanggal     : Senin, 18 Agustus 2025

Tema                  : Komitmen Menulis Di Blog

Narasumber       : Drs. Dwitagama, M.SI

Moderator          : SIM CUNG EWI,S.P

 

 

 

  

Punya blog itu rasanya kayak punya tanaman hias. Awalnya semangat banget: beli pot bagus, pupuk organik, siram tiap hari. Eh, masuk minggu ketiga, tanamannya kering… lupa disiram. Blog juga sering gitu, semangat di awal, posting 3 artikel dalam seminggu, lalu hilang tanpa kabar sebulan.

Nah, kalau kamu pengen blogmu nggak bernasib kayak tanaman kaktus di ruang tamu (hidup segan, mati pun enggan), coba ikuti langkah-langkah ini:

 1️ Tentukan Tujuan

Tanya diri sendiri: “Kenapa sih gue ngeblog?” Apakah biar terkenal, berbagi ilmu, atau sekadar curhat tapi nggak mau dibilang curhat? Kalau sudah ketemu alasannya, tulis besar-besar di kertas dan tempel di tembok. Minimal kalau males nulis, bisa dibaca lagi sambil ngelus dada.

2️ Bikin Jadwal Menulis
Coba deh jadwal kecil-kecilan, misalnya: Selasa dan Jumat wajib posting. Atau paling nggak, setiap kali wifi kenceng, langsung nulis. Nggak ada wifi? Ya bikin dulu draft offline. Ingat, blog bukan cicilan motor, jadi nggak ada debt collector yang nagih, tapi kalau konsisten hasilnya berasa.

3️ Mulai dari Topik Sederhana
Nggak usah pusing mikirin topik yang berat kayak peran AI dalam geopolitik dunia. Mulai aja dari hal receh: pengalaman beli bakso, review film di Netflix, atau tips biar nggak ketiduran pas rapat Zoom.

4️ Bangun Kebiasaan
Pakai trik 2 menit aja. Misal: tiap pagi sebelum ngopi, buka laptop dan ketik kalimat pembuka. Lama-lama bisa kebablasan jadi 500 kata. Kalau males banget, gabungin sama kebiasaan lain. Contoh: nulis sambil nunggu istri belanja, atau sambil nunggu nasi matang di rice cooker.

5️ Hindari Distraksi
Kalau lagi nulis, matiin notifikasi. Percaya deh, notif WA keluarga biasanya cuma isinya: “Ada yang lihat remote TV?” atau “Mau makan apa malam ini?”. Nggak penting banget buat ganggu mood nulis.

6️ Posting Rutin, Meski Dikit
Lebih baik artikel 300 kata terbit rutin tiap minggu daripada nunggu tulisan sempurna tapi nggak jadi-jadi. Ingat, pembaca nggak peduli kamu nulis di pantai Bali atau di warung kopi. Yang penting artikelnya muncul.

7️ Cari Teman atau Komunitas
Kalau punya partner nulis, seru juga. Bisa saling nyinyir: “Eh, katanya mau posting Jumat, kok belum muncul?” Itu bisa jadi motivasi terselubung.

8️ Rayakan Progress
Sudah berhasil nulis 10 artikel? Traktir diri sendiri, entah dengan martabak manis, es kopi susu, atau sekadar scroll TikTok tanpa rasa bersalah.

9️ Ingat: Konsistensi Lebih Penting daripada Kesempurnaan
Jangan terjebak di tahap editing. Sekali edit cukup, langsung publish. Toh kalau ada salah ketik, pembaca biasanya lebih fokus ke isi, bukan ke koma yang salah tempat.

🔟 Punya Bank Konten
Simpan ide-ide liar di notes HP. Besok kalau lagi mentok, tinggal buka cadangan. Sama kayak punya mie instan di dapur: kalau lapar tengah malam, tinggal rebus.

Dan terakhir… jangan lupa promosi blog. Share di WhatsApp group, media sosial, atau bahkan ke tetangga. Siapa tahu dari 100 orang yang lihat, ada 1 yang jadi pembaca setia.

 

Jadi, jangan tunggu inspirasi jatuh dari langit. Mulai aja dulu, walau cuma 2 menit. Lama-lama blogmu bakal terisi, dan kamu bakal ketagihan nulis. Ingat, ngeblog itu kayak olahraga: kalau jarang dipakai, ototnya kaku. Tapi kalau rutin, lama-lama jadi ringan dan menyenangkan.

 




 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi