Resume Pertemuan ke 7 Writer’s Block

 

Resume Pertemuan ke 7

 

 

 

Judul                  :  Writer’s Block

Penyusun           : Safrizal

Resume ke         : 7

Gelombang        : 33

Hari/ Tanggal     : Rabu , 20Agustus 2025

Tema                  : Writer’s Block

Narasumber       : Ibu Ditta Widya Utami,S.Pd.,Gr.

Moderator          : Ibu Gina Dwi Septiani,S.Pd., M.Pd.

 

Writer’s Block: Bukan Kutukan, Hanya Ujian Kecil

Pernahkah Bapak/Ibu duduk di depan layar, jari sudah siap di atas keyboard, tapi kepala terasa kosong? Ide seakan kabur, kata-kata tak kunjung muncul. Jangan khawatir, itu bukan pertanda bakat menulis hilang. Itu hanyalah yang disebut writer’s block—sebuah kondisi wajar yang bisa dialami siapa pun.

Bayangkan writer’s block seperti gerimis. Tidak deras, tapi tetap konsisten membasahi bumi. Gerimis mengajarkan kita bahwa kekuatan tidak selalu datang dari hujan lebat, melainkan dari kesetiaan rintiknya. Sama halnya dengan menulis, buntu ide bukanlah akhir, melainkan latihan kesabaran sampai hujan inspirasi kembali turun deras.

 

 Menurut Wikipedia, istilah writer’s block pertama kali dicetuskan oleh Edmund Bergler pada tahun 1947. Kondisi ini bisa dialami penulis pemula hingga profesional, penulis novel, puisi, cerpen, bahkan berita. Tidak ada yang kebal dari “gerimis” ini.

Tapi kabar baiknya, writer’s block bisa ditaklukkan. Caranya? Dengan mengenali penyebabnya dan berani mencoba langkah kecil. Misalnya:

Gunakan 5W1H – mulai dengan pertanyaan sederhana: apa, siapa, kapan, di mana,    mengapa, dan bagaimana.

Pomodoro Mini 10×2 – menulis 10 menit, istirahat 2 menit, lalu lanjutkan.
Kerangka 3P – tulis peristiwa, perasaan, lalu pelajaran yang kita dapat.
The Ugly First Draft – sengaja tulis paragraf pertama jelek, berantakan, asal jadi. Nanti bisa
      dipoles.
Free Writing – tulis bebas selama 5–10 menit, tanpa sensor, tanpa hapus, biarkan kata-kata
      mengalir.

Kuncinya sederhana: jangan berhenti menulis. Bahkan tulisan “aku bingung, nggak tahu harus nulis apa” pun tetap langkah awal yang berharga. Karena dari situ, perlahan ide akan muncul.

Ingat, writer’s block bukan kutukan. Ia hanyalah jeda kecil, kesempatan untuk bernapas sejenak sebelum kita kembali berlari. Jadi, jangan menyerah. Mulailah dengan satu kalimat sederhana hari ini, dan biarkan tulisan berkembang menjadi sesuatu yang luar biasa.

  “Writer’s block itu bukan tembok, melainkan jeda kecil untuk mengumpulkan tenaga. Jangan berhenti, cukup tulis satu kalimat hari ini, karena dari satu kalimat itulah cerita besar bisa lahir.”

Comments

Wijaya kusumah said…
Teruslah menulis dan semoga kita bisa mengatasi writer bloks

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi