Teknik Menulis Resume yang Benar
Judul
: Teknik
Menulis Resume yang Benar
Penyusun : Safrizal
Resume ke : 3
Gelombang : 33
Hari/ Tanggal : Senin, 11 Agustus 2025
Tema : Teknik Menulis Resume yang Benar
Narasumber : Raliyanti, S,Sos., S.Kom., M.Pd.
Moderator : Mutmainah., Mpd.
Teknik Menulis Resume yang Benar
Pagi itu, aroma kopi memenuhi sudut ruang kerja kecilku. Jendela terbuka lebar, membiarkan angin pagi menyentuh lembut pipi. Aku menatap layar laptop, masih kosong, namun di kepalaku sudah berputar ide-ide segar. Semalam, aku baru saja mengikuti pelatihan Teknik Penulisan Resume yang benar, dan rasanya tak sabar untuk mempraktikkannya.
Dari pelatihan itu, aku belajar bahwa resume bukan sekadar meringkas. Resume adalah seni mengubah materi yang panjang dan padat menjadi tulisan yang ringkas, jelas, dan mudah diingat. Caranya sederhana: tentukan tujuan, pilih poin penting, buang detail yang tidak perlu. “Intinya, jangan membuat pembaca tersesat di hutan kata-kata,” kata narasumber yang keren yaitu Ibu Raliyanti.
Aku mulai mengetik.
Pertama, kucatat poin-poin utama. Lalu, kutata dengan bullet points dan penomoran supaya rapi. Rasanya seperti menyiapkan meja makan—semuanya harus tersusun indah agar tamu betah. Kemudian kusisipkan gambar untuk memberi warna, dan tautan menuju sumber lain yang bisa memperkaya wawasan pembaca.Tak lupa, kuatur perataan teks—sebagian paragraf rata kiri untuk kesan ringan, sebagian rata tengah untuk penekanan. Setiap detail kecil kuperhatikan, hingga rasanya postinganku seperti undangan hangat untuk duduk dan membaca.
Saat semua selesai, kubaca ulang. Hatiku mengembang. Postingan itu terlihat terstruktur, menarik, dan yang terpenting—mudah dipahami. Aku tersenyum, menyadari satu hal: menulis resume di blog bukan sekadar pekerjaan, tapi cara berbagi ilmu dengan cinta.
Kini, setiap kali menulis, aku teringat pesan dari pelatihan yang disampaikan narasumber Ibu Raliyanti : “Tulisan yang baik adalah tulisan yang memudahkan orang lain memahami, satu paragraf demi satu paragraf.”
Pantun Resum
Beli kopi di warung pojokan,
Sambil makan roti keju tebal.
Resume jangan kayak skripsian,
Pembaca Bisa pusing tujuh keliling kepala
Sambil makan roti keju tebal.
Resume jangan kayak skripsian,
Pembaca Bisa pusing tujuh keliling kepala
Comments