Puisi
Penulis Kreatif, Produktif, dan Inovatif
(Safrizal)
Dengan pena kutorehkan harapan,
Mengukir makna di lembar kehidupan.
Kata-kata kutenun jadi pelita,
Menjadi lentera di lorong semesta.
Kreativitas mengalir laksana sungai,
Menghidupkan rindu, membangkitkan damai.
Ide bermekaran di taman imajinasi,
Lahir dari nurani, tumbuh dalam kreasi.
Produktivitas jadi nafas berkarya,
Tak lelah menulis, tak gentar mencoba.
Setiap paragraf adalah jejak peradaban,
Setiap kalimat adalah detak perjuangan.
Inovasi menari dalam ruang pikir,
Menembus dinding-dinding yang menghambat takdir.
Menggugah zaman dengan narasi bernyawa,
Menyalakan perubahan lewat bahasa.
Aku penulis —
Pengukir masa, penggerak wacana,
Merangkai dunia dalam aksara mulia,
Berpijak pada makna, terbang bersama cita.
Cinta Sejati
(safrizal)
Cinta sejati bukan sekadar janji,
Ia bersemi dalam hening doa yang abadi.
Bukan hanya hadir kala tawa menghiasi,
Namun setia menguatkan saat duka menepi.
Cinta sejati tak lapuk dimakan waktu,
Ia tetap mekar meski badai berlalu.
Bukan pada paras yang mudah layu,
Namun pada jiwa yang teguh dan setia selalu.
Cinta sejati adalah lautan kesabaran,
Ombak cobaan tak mampu meruntuhkan.
Ia sederhana, bening penuh keikhlasan,
Seperti embun pagi yang jatuh perlahan.
Cinta sejati adalah cahaya rembulan,
Menyinari malam yang kelam dan sunyi.
Ia tak menuntut balasan berlebihan,
Hanya mengalir murni, tulus, dan suci.
Kasih Ibu dan Bapak
(Safrizal)
Kasih ibu bagai bulan purnama,
Lembut sinarnya menenangkan jiwa.
Ia hadir dalam hening malam,
Menyulam doa di balik sunyi yang kelam.
Kasih bapak laksana matahari pagi,
Hangat sinarnya mengusir sepi.
Ia bekerja tanpa kenal lelah,
Membentangkan jalan agar anaknya berbahagia.
Ibu adalah bunga mawar yang mekar,
Harumnya meneduhkan, indah tak pernah pudar.
Bapak adalah akar pohon yang kokoh,
Menopang kehidupan meski badai datang menggempur.
Kasih ibu bagai pelangi di langit senja,
Penuh warna yang menenangkan mata.
Kasih bapak bagaikan bintang di malam pekat,
Tak terlihat siang hari, tapi sinarnya selalu dekat.
Mereka adalah dua sayap kehidupan,
Membawa anaknya terbang ke awan harapan.
Cinta ibu mengajarkan kelembutan,
Cinta bapak meneguhkan keberanian.
Kasih ibu dan bapak adalah laut dan pantai,
Tak pernah terpisah meski ombak berganti.
Keduanya menyatu dalam doa yang tulus,
Menjadi anugerah terindah yang tak ternilai oleh waktu.
Comments