Sistem Perasaan vs Sistem Penulisan Enak mana?”

 Sistem Perasaan vs Sistem Penulisan Enak mana?”

Kalau dipikir-pikir, sistem perasaan itu mirip aplikasi beta: suka error, suka hang, dan nggak ada manual book-nya. Tiba-tiba senyum sendiri, eh lima menit kemudian baper tanpa alasan jelas. Coba bayangkan kalau ada update patch notes: “Bug diperbaiki: rasa rindu berlebihan saat hujan turun.” Pasti hidup lebih gampang.

Sementara itu, sistem penulisan lebih mirip Microsoft Word. Ada aturan jelas: titik harus di akhir kalimat, koma jangan kelewatan, dan jangan salah ketik kalau nggak mau dibully netizen grammar-nazi. Tapi masalahnya, kadang penulis suka pakai gaya bebas: huruf besar seenaknya, tanda baca nyasar, bahkan bikin kata-kata baru yang kamus pun bingung.

Bedanya, kalau salah di sistem perasaan, yang sakit hati. Kalau salah di sistem penulisan, yang sakit mata.

Jadi kesimpulannya? Perasaan lebih rumit, tapi penulisan lebih ribet. Dan kalau digabung: menulis tentang perasaan, nah itu sudah level boss fight paling susah—bisa bikin orang gagal move on sambil salah ketik. 😂

Jalan-jalan ke kota Blitar,
Beli bakso pakai bawang.
Sistem perasaan bikin gentar,
Sistem penulisan bikin tegang.

Pergi ke pasar beli ketimun,
Jangan lupa beli rambutan.
Perasaan rumit bikin bingung,
Penulisan ribet bikin pusing setengah badan.

Malam minggu lihat bintang,
Sambil makan jagung bakar.
Perasaan bikin hati goyang,
Penulisan bikin jari gemetar.

Comments

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi