Resume Pertemuan ke 19, Peran Penggiat Literasi di Sekolah Berbasis Digital

 Resume Pertemuan ke 19


Judul                  : Peran Penggiat Literasi di Sekolah Berbasis Digital

Penyusun           : Safrizal

Resume ke         : 19

Gelombang        : 33

Hari/ Tanggal     : Rabu, 17 September 2025

Tema                  : Peran Penggiat Literasi di Sekolah Berbasis Digital 

Narasumber       : Miftahul Hadi, S. Pd.

Moderator          : Dail Ma'ruf, M.Pd

Kita bisa semua hebat dengan cara masing masing , bukan mencari terhebat 

Peran Penggiat Literasi di Sekolah Berbasis Digital: Menyanyi, Diskusi, Menulis, Membaca

Di era digital yang semakin maju, literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis teks konvensional. Sekolah berbasis digital menghadirkan tantangan baru dalam mengembangkan keterampilan literasi siswa. Dalam konteks ini, peran penggiat literasi sangat penting untuk memfasilitasi dan membimbing siswa dalam menggunakan teknologi secara bijak untuk meningkatkan keterampilan literasi mereka. Penggiat literasi ini berperan dalam berbagai aspek kegiatan belajar, termasuk menyanyi, diskusi, menulis, dan membaca—semuanya dalam kerangka digital.

1. Menyanyi: Digitalisasi dalam Pengajaran Musik

Menyanyi bukan hanya sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga dapat menjadi alat yang efektif dalam pengembangan literasi. Di sekolah berbasis digital, penggiat literasi dapat memanfaatkan platform digital untuk mengakses berbagai materi musik dan lirik lagu yang dapat mendukung pembelajaran.

Dengan menggunakan teknologi seperti aplikasi musik atau video pembelajaran, siswa dapat mempelajari lagu-lagu dari berbagai genre, baik yang lokal maupun internasional. Penggiat literasi dapat mengajak siswa untuk menganalisis lirik lagu, mempelajari makna di balik kata-kata dalam lagu, dan menyanyikan lagu tersebut untuk memperkuat kemampuan berbahasa dan mendalami makna kata secara digital. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan siswa dalam menyanyi, tetapi juga memperkaya kosakata mereka melalui media digital.

2. Diskusi: Memfasilitasi Pembelajaran Interaktif

Penggiat literasi di sekolah berbasis digital juga berperan penting dalam menciptakan ruang diskusi yang interaktif dan produktif. Dengan adanya berbagai platform diskusi digital—seperti forum online, grup belajar di aplikasi pesan instan, atau sesi konferensi video—diskusi dapat dilakukan secara lebih dinamis dan luas.

Melalui diskusi, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan berbicara secara terbuka tentang berbagai topik. Penggiat literasi akan memfasilitasi topik diskusi yang relevan dengan materi pembelajaran dan mengarahkan siswa untuk menggunakan sumber daya digital (artikel online, video pembelajaran, dan blog edukatif) untuk memperkaya perspektif mereka. Teknologi memungkinkan siswa untuk berdiskusi dengan teman sekelas, bahkan dengan siswa dari sekolah atau negara lain, memperluas cakrawala pemikiran mereka.

3. Menulis: Mengembangkan Keterampilan Menulis dalam Era Digital

Dalam konteks sekolah berbasis digital, menulis menjadi lebih dari sekadar menyusun kalimat. Penggiat literasi berperan untuk mendorong siswa menggunakan platform digital untuk menulis dengan cara yang kreatif dan bermanfaat. Misalnya, siswa dapat menulis blog, membuat esai, atau bahkan mengembangkan cerita interaktif menggunakan aplikasi atau perangkat lunak penulisan digital.

Menulis di dunia digital juga membuka kesempatan bagi siswa untuk berbagi tulisan mereka kepada audiens yang lebih luas. Penggiat literasi dapat mengajarkan siswa bagaimana memanfaatkan media sosial secara positif, untuk menulis opini, refleksi, atau karya kreatif lainnya. Selain itu, siswa juga dapat belajar menulis dengan mempertimbangkan etika digital, seperti hak cipta dan kredibilitas informasi.

4. Membaca: Meningkatkan Literasi Digital

Membaca dalam sekolah berbasis digital tidak hanya terbatas pada buku cetak, tetapi juga meliputi materi digital seperti artikel online, jurnal, blog, dan e-book. Penggiat literasi di sekolah berbasis digital memiliki peran penting untuk mengajarkan siswa cara mengakses, menyaring, dan mengevaluasi informasi yang mereka temui secara online.

Siswa harus diajarkan untuk tidak hanya membaca, tetapi juga untuk berpikir kritis mengenai informasi yang mereka temukan di dunia maya. Penggiat literasi akan mengajarkan keterampilan literasi digital, seperti cara menilai sumber yang kredibel dan menghindari hoaks. Selain itu, dengan memanfaatkan aplikasi pembaca digital, siswa dapat berkolaborasi dalam membaca dan mendiskusikan buku atau artikel, mengembangkan kemampuan membaca dan pemahaman mereka di dunia digital.

 

 

 

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi