Resume Pertemuan ke 17, Kaidah Pantun

 

Resume Pertemuan ke 17

 


Judul                  : Kaidah Pantun 

Penyusun           : Safrizal

Resume ke         : 17

Gelombang        : 33

Hari/ Tanggal     : Jum'at, 12 September 2025

Tema                  : Kaidah Pantun 

Narasumber       : Miftahul Hadi, S. Pd.

Moderator          : Dail Ma'ruf, M.Pd

Kaidah Pantun 

Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang memiliki aturan atau kaidah tersendiri. Keindahan pantun terletak pada keserasian bunyi, irama, serta pesan yang terkandung di dalamnya.

Secara umum, pantun terdiri dari empat baris dalam setiap baitnya. Dua baris pertama disebut sampiran, berfungsi sebagai pengantar atau hiasan bunyi, biasanya tidak langsung berkaitan dengan isi. Sedangkan dua baris terakhir disebut isi, yang memuat pesan, makna, atau inti pantun.

Kaidah pantun juga mengatur pola sajak atau rima. Umumnya pantun menggunakan pola a-b-a-b, di mana baris pertama berima dengan baris ketiga, dan baris kedua berima dengan baris keempat. Selain itu, setiap baris pantun biasanya terdiri dari 8 sampai 12 suku kata, sehingga irama bacaan terasa indah dan seimbang.

Selain kaidah teknis, pantun juga memiliki kaidah makna. Pantun harus mengandung pesan yang bermanfaat, bisa berupa nasihat, sindiran, ungkapan cinta, kegembiraan, maupun kearifan lokal. Karena itu, pantun tidak hanya indah secara bunyi, tetapi juga kaya makna.

Dengan mengikuti kaidah tersebut, pantun dapat menjadi media komunikasi yang santun, menghibur, sekaligus mendidik.

Struktur Pantun

Apa saja struktur dari pantun? Berikut penjelasannya.

1. Sampiran

Bagian pertama dari pantun adalah sampiran. Sampiran memberikan gambaran tentang isi pantun. Kalimat di dalam sampiran biasanya dibuat unik agar pendengar tertarik. Baris pertama sampiran berpola (a), dan baris keduanya berpola (b).

2. Isi

Bagian isi adalah inti dari pantun. Ruma dalam isi pantun harus sama dengan bagian sampiran. Baris pertamanya berpola (a), dan baris keduanya berpola (b).

 BA Brainies Bertanya - Struktur dan Ciri ciri Pantun

 Jenis-Jenis Pantun

Dalam pengelompokannya pantun terbagi menjadi 3 jenis, yakni berdasarkan isi, bentuk, dan siklus kehidupan (usia). Supaya lebih jelas lagi, simak pemaparannya berikut ini.

1. Jenis Pantun Berdasarkan Isi

Dalam pengelompokkan ini jenis pantun dibagi lagi ke dalam empat jenis, yaitu:

  • Pantun jenaka, berisikan tentang hal-hal lucu dan menarik.
  • Pantun nasihat, berisikan tentang nasihat, memiliki tujuan untuk mendidik dengan memberikan nasihat tentang moral, budi pekerti, dan lain-lain.
  • Pantun teka-teki, berisikan teka-teki yang harus dipecahkan oleh pendengar atau pembaca.
  • Pantun kiasan, berisikan tentang kiasan untuk menyampaikan suatu hal secara tersirat.

 2. Jenis Pantun Berdasarkan Bentuk

Jika berdasarkan bentuknya, pantun dapat dibedakan ke dalam jenis-jenis berikut ini.

  • Pantun berkait, yaitu pantun yang selalu berkaitan antara bait satu dengan bait kedua, kemudian bait dua dengan bait ketiga, dan seterusnya. Untuk susunan kaitannya; baris kedua bait pertama menjadi baris pertama pada bait kedua, baris keempat bait pertama dijadikan baris ketiga pada bait kedua dan seterusnya.
  • Pantun kilat (karmina), yaitu pantun yang terdiri atas dua baris, di mana baris pertama merupakan sampiran sedangkan baris kedua merupakan isi. Sebenarnya pantun kilat juga terdiri atas empat baris, namun karena setiap barisnya pendek maka seolah-olah kedua baris tersebut diucapkan sebagai sebuah kalimat.

 3. Pantun Berdasarkan Siklus Kehidupan (usia)

Selain kedua kelompok di atas, pantun juga dapat dikelompokkan berdasarkan siklus kehidupan atau usia.

  • Pantun anak-anak, jenis dapat menggambarkan suka maupun duka saat masa kanak-kanak.
  • Pantun orang muda, pantun jenis ini berhubungan dengan kehidupan pada masa muda, biasanya bermakna tentang perkenalan, hubungan asmara dan rumah tangga, perasaan (iri, iba, kasih sayang, dan sejenisnya), dan nasib.
  • Pantun orang tua, biasanya berisikan tentang adat, budaya, agama, nasihat, dan sejenisnya.

 Contoh Pantun


 Berkayuh sampan di tengah samudra,
Angin berhembus terasa segar.
Kerja keras penuh semangat membara,
Kesuksesan pasti akan terukir.

Api berkobar di tengah hutan,
Asap membumbung sampai ke udara.
Jangan menyerah dalam perjuangan,
Semangat membara raih cita-cita!

Comments

Wijaya Kusumah said…
Terima kasih resumenta tentang kaidah pantun

Popular posts from this blog

Teknik Menulis Resume yang Benar

Resume Pertemuan ke 4 : Gali Potensi Ukir Prestasi

Seru, Pintar, dan Penuh Sensasi : Presentasi Kelompok Kelas A Pengantar Teknologi Informasi