Resume Pertemuan ke 15,Proof Reading sebelum Menerbitkan Tulisan
Resume Pertemuan ke 15
Judul
: Proof Reading
sebelum Menerbitkan Tulisan
Penyusun
: Safrizal
Resume
ke : 15
Gelombang :
33
Hari/
Tanggal : Senin, 8 September 2025
Tema
: Proof Reading sebelum
Menerbitkan Tulisan
Narasumber :
Bapak Susanto, S.Pd
Moderator : Sigid Purwo Nugroho,S.H .(Alumni KBMN PGRI Gelombang 23)
Proof Reading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Menulis adalah seni merangkai kata, dan setiap kata adalah jejak pikiran yang lahir dari hati. Namun, sebelum jejak itu menemu pembacanya, ada satu tahapan sakral yang tidak boleh dilewatkan: proof reading. Ia adalah langkah akhir, tetapi justru paling menentukan, sebab di sanalah tulisan diuji kesempurnaannya.
Proof reading bukan hanya tentang
memburu salah eja atau memperbaiki tanda baca yang terselip. Lebih dalam dari
itu, ia adalah seni menata kembali kata-kata agar mampu berbicara jernih,
jelas, dan memikat. Setiap titik, koma, dan huruf seolah diperiksa dengan kaca
pembesar, agar pesan yang lahir tidak cacat, melainkan hadir dengan penuh
wibawa.
Sering kali, penulis menemukan kejanggalan yang tak terlihat ketika membaca naskahnya dengan suara lantang. Ada pula yang merasa lebih jeli saat menatap lembaran kertas ketimbang layar digital. Dan tak jarang, mata kedua dari seorang sahabat atau pembaca awal menjadi penyelamat, menemukan celah yang terlewatkan. Semua itu adalah bagian dari perjalanan merawat tulisan, agar ia benar-benar siap menjejak di hati pembaca.
Manfaat proof reading tak hanya sebatas teknis. Ia adalah penjaga kehormatan seorang penulis. Naskah yang terbit tanpa kesalahan kecil akan menyapa pembaca dengan wibawa dan keanggunan. Sebaliknya, sebuah kekeliruan sederhana bisa mencederai kredibilitas dan mengurangi daya magis sebuah karya.
Maka, proof reading adalah ibarat sentuhan terakhir seorang pelukis pada kanvasnya—goresan halus yang membuat lukisan tampak hidup. Tanpanya, tulisan hanyalah draf yang belum matang. Namun dengannya, naskah berubah menjadi karya utuh, layak dibaca, dipahami, dan dikenang.
Tulisan yang lahir dengan proof reading yang cermat, akan menembus lebih dari sekadar mata pembaca. Ia akan menyentuh pikiran, merasuk ke dalam hati, dan meninggalkan jejak yang abadi.
Alasan melakukan proofreading sebelum
menerbitkan tulisan pada penerbitan ilmiah:
1. Untuk Menemukan Kesalahan Tata Bahasa
2. Memudahkan Pembaca Memahami Isi
artikel
3. Memastikan Tulisan Tidak Keluar dari
Topik
Memahami Pentingnya Proofreading Sebelum Menerbitkan Jurnal - Ruang Jurnal
Comments